Jateng Undercover
Uncover The Undercover

Apr
01

Siapa yang korupsi pengadaan lift bekas di Gedung Moch Ichsan, kompleks Balaikota Semarang? Belum genap setahun dipasang, lift tersebut sering ngadat. Sejak Senin (23/03) lalu, lift tersebut tidak bisa digunakan lagi. Karyawan pemkot dan tamu-tamu harus naik tangga manual untuk bisa ke lantai dua, dan seterusnya. Anehnya lagi, bagian perlengkapan sekda kota Semarang yang menangani lift mengaku tidak tahu penyebab kerusakan lift. Lha kerjanya apa…..????

Info yang santer beredar, lift tersebut sering rusak bukan akibat kurang dirawat. Tapi karena benar-benar LIFT BEKAS. Padahal seharusnya yang dipasang adalah lift baru. Siapa yang bermain dalam pengadaan lift yang nilainya belasan miliar rupiah ini??? Yang jelas, pengadaan dan pemasangan lift terjadi di saat posisi Sekda Kota Semarang dijabat Soemarmo HS. DPRD Kota Semarang tahu adanya penyimpangan pengadaan lift. Tapi sejauh ini tidak berani bersikap dan bersuara. Ada apa???

Pihak Kejaksaan Negeri Semarang, polisi, sejumlah LSM, dan wartawan yang mangkal di Balai Kota juga sudah mendengar dan mencium bau busuk korupsi lift bekas. Tapi mengapa semuanya tutup mulutp? Mengapa mereka menjadi banci saat berhadapan dengan pelaku korupsi??? Tunggulah, jateng undercover sedang mengumpulkan data lengkap kasus pengadaan lift bekas ini. Kami akan mengirimkan datanya ke KPK dan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. Jangan biarkan koruptor tidak terjamah hukum……

Advertisements
Mar
28

Komisi C DPRD Jawa Tengah menuding PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) melakukan manipulasi setoran senilai miliaran rupiah. Tudingan ini berdasar jumlah setoran PT SPJT yang mendadak melonjak tajam, sejak tahun 2007 silam. Setahun sebelumnya, setoran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut hanya menyetor Rp 102 juta saja.

Setelah naik berlipat-lipat setahun kemudian, setoran berikutnya mengalami lonjakan yang sangat mencurigakan. Di tahun 2008, setoran ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 800 juta. Sementara di tahun 2009 bahkan melambung hingga menembus Rp 1,1 miliar. Menurut anggota dewan, kenaikan setoran ini bukan akibat kinerja jajaran manajemen.

Sebab, kinerja manajemen terbilang buruk. Sebagian bidang usaha di bawah kendali PT SPJT banyak yang merugi. Para wakil rakyat justru curiga, PT SPJT sejatinya sudah melakukan manipulasi data pendapatan selama bertahun-tahun. Sehingga setoran yang diberikan ke kas daerah lebih kecil dibanding seharusnya. Banyak dana masuk ke kantong pribadi. Dugaan ini diperkuat oleh keengganan PT SPJT untuk menyebut secara riil penghasilannya setiap tahun.

Mar
28

Pemilihan Gubernur Jawa Tengah tahun 2013 mendatang diperkirakan akan menghabiskan dana Rp 500 miliar. Sangat banyak, tentunya. Agar dana tersebut tidak membebani APBD tahun 2013, maka sejak tahun 2009 alokasi dana tersebut sudah diambil dan dititipkan di Bank Jateng. Setidaknya, setiap tahun pemprov Jateng menitip dana Rp 100 miliar ke Bank Jateng.

Kabarnya dana tersebut dimasukkan ke Bank Jateng dalam bentuk penyertaan modal. Sehingga keuntungannya bisa memberi tambahan pemasukan ke pemprov. Tapi kabar terbaru yang beredar adalah dana itu dimasukkan ke dalam tabungan deposito atas nama seorang pejabat di lantai dua kompleks Gedung Berlian, Semarang.

Bisa dibayangkan betapa besar bunga yang akan diterima setiap bulan, hingga dana tersebut dipakai untuk pilgub mendatang. Kalau benar begitu, uangnya masuk ke kantong siapa??? Aaaaahhhhh betapa enaknya ya jadi pejabat.  Tinggal ongkang-ongkang, duit datang. Tapi ingat, uang haram bisa mengantar siapa pun ke panasnya api neraka……

Mar
26

Berapa sih gaji pegawai negeri sipil seperti Gayus Tambunan?? Pegawai pajak golongan III A ini paling banter menerima gaji resmi tidak sampai Rp 5 juta. Tapi lihat betapa banyak uang di rekeningnya. Betapa mentereng rumahnya. Betapa mewah mobilnya. Masih banyak Gayus-gayus lainnya di negeri ini. Termasuk di Jawa Tengah. Terutama para pejabatnya.

Kami tidak bermaksud meremehkan pendapatan mereka. Tapi kalau melihat harta dan gaya hidup mereka dan keluarganya, rasanya gaji dan tunjangan yang mereka mungkin tidak cukup untuk bermewah-mewah. Faktanya, pejabat kita terkenal kaya raya. Deposito mereka di mana-mana. Rumah tersebar di berbagai kota. Mobil aneka merk mereka punya. Bahkan sebagian di antaranya diketahui memiliki istri simpanan, alias istri muda. Malah ada yang punya lebih dari satu. Assooooooiiiiiii….

Darimana mereka mendapatkannya??? Dari jual beli jabatan?? Jual beli proyek??? Jual beli kasus??? Mark up proyek??? Sogokan dari bawahannya??? Korupsi APBD??  jateng undercover mencoba melacak dan menghitung harta kekayaan para pejabat di seluruh Jawa Tengah. Kita akan bandingkan secara cermat dengan penghasilan resmi mereka per bulan. Kita akan mencoba lakukan pembuktian terbalik darimana mereka bisa menumpuk kekayaan.

Kita akan melibatkan tim penilai yang mampu menaksir harga rumah, tanah, mobil, dan properti lain yang mereka punya. Tujuan kami sederhana: agar para pejabat tdk lagi leluasa menggarong uang negara, dan terus mempraktekkan budaya kolusi korupsi dan nepotisme.Kami mengundang anda semua untuk membantu. Termasuk media, dan penggiat anti korupsi. Silahkan kirim data, kala ada sekalian sama fotonya, ke kami. Nanti kami akan menelusurinya kembali dan mencocokkan data di lapangan. Kami berharap hasilnya bisa dipakai oleh KPK, kejaksaan, atau kepolisian, untuk mengusutnya.

Mar
24

jateng undercover berisi informasi seputar korupsi di seluruh wilayah Jawa Tengah. Jika anda punya informasi soal korupsi, besar atau kecil, dan aneka penyelewengan dana di masyarakat, kirim datanya ke kami, dan jika valid, kami akan memuatnya. Blog ini murni bertujuan membantu semua pihak untuk melakukan pemberantasan korupsi di Jawa Tengah.

Silahkan pihak KPK, kepolisian dan kejaksaan untuk memakainya sebagai data awal. Wartawan dan media juga bebas mengutip data, dan mengembangkannya di lapangan untuk melengkapinya menjadi berita. Tekad kami sederhana: berantas korupsi sebisa-bisanya, agar uang negara  bisa sepenuhnya dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat.

Mar
24

Disperindag provinsi Jawa Tengah diduga kuat mengkorupsi uang hasil retribusi tera timbangan tahun 2009, sebesar Rp 6,2 miliar. Uang tersebut dihasilkan dari pungutan retribusi bagi para pemilik timbangan yang selama setahun diharuskan melakukan tera dua kali. Busyeeeettttt…. betapa enaknya jadi pejabat…..

Sungguh bejat moral pejabat yang korupsi. Mereka hidup enak dari keringat dan otot orang kecil. Mayoritas pemilik timbangan adalah para pedagang kecil. Pendapatan mereka pas-pasan. Apalagi sekarang pasar tradisional kembang kempis digencet pasar modern. Berhentilah korupsi. Bantulah para pedagang bertahan dari ancaman gulung tikar….

Mar
24

Sekwan DPRD Jawa Tengah diduga ‘menilep’ upah pungut jatah anggota DPRD yang dikembalikan ke kas daerah, mulai tahun 2005 sampai dengan 2009. Diperkirakan besarnya mencapai Rp 800 juta. Bayangkan betapa bermanfaatnya bagi orang banyak jika dana tersebut dikembalikan ke kas daerah, kemudian dipakai untuk ternak kambing misalnya.

Jika aparat penegak hukum serius mengusutnya, ada sejumlah anggota DPRD Jateng yang akan suka rela membantunya. Mudah menebak siapa anggota DPRD yang tidak doyan upah pungut. Pak polisi, pak jaksa, atau tuan-tuan pejabat KPK silahkan datang ke Gedung Berlian di Jalan Pahlawan Semarang, untuk mengorek keterangan. Berani??? Mau???

Mar
17

Memang banyak koruptor di Jawa Tengah. Mereka hidup di sekitar kita. Di kantor kelurahan, di kantor kecamatan, di kantor pemerintah kota Semarang, di kantor provinsi Jawa Tengah. Mereka juga berkeliaran di banyak kantor lainnya, sebagai pejabatnya, pegawainya, maupun relasinya. Mereka hidup enak dari makan uang haram. Ada yang bergaya miskin, ada pula yang suka foya-foya pamer harta.

Ada pula yang sok dermawan, dan suka menyumbang tempat ibadah dari uang haram. Mereka mungkin mengira bisa menyogok Tuhan, dengan berpura-pura menjadi orang yang peduli dengan orang miskin. Mereka mungkin mengira bisa sembunyi dari hukum Tuhan, sehingga saat tindak korupsinya tidak ketahuan aparat hukum, nafsu untuk terus berkorupsi makin tak bisa dibendung.

Mari kita semua waspada korupsi. Jangan biarkan koruptor bertambah banyak, agar tidak semakin banyak pula uang negara yang diselewengkan mereka. Banyak cara untuk membantu pemberantasan korupsi. Pertama: mulailah dari kita sendiri, keluarga kita, teman kita, dan orang-orang di sekitar kita. Kedua: laporkan ke aparat hukum jika anda melihat indikasi korupsi. Semoga pesan ini bermanfaat.

Mar
17

the mad dog

AWAS….

ANJING GALAK….!!!!!!

Siapa kami??? Identitas kami tdk perlu anda kenal.  Jatidiri kami tidak penting. Hanya misi kami yang perlu anda cermati, dan anda dukung. KAMI INI IBARAT  PARA RONIN: KAUM SAMURAI TANPA TUAN DI JAMAN FEODAL JEPANG. KAMI TIDAK MENGHAMBA KEPADA PENGUASA, ATAU PEMILIK HARTA. APALAGI PADA KAUM KORUPTOR. KAMI MENCOBA SEKUAT-KUATNYA UNTUK MENGHAMBA KEPADA JALAN KEBENARAN. KAMI AKAN BERUSAHA MEMBANTU PROGRAM PEMERINTAH MEMBERANTAS KORUPSI SAMPAI KE AKAR-AKARNYA. SEBISA-BISANYA. KAMI TIDAK BISA DIPERINTAH, KECUALI OLEH KEMAUAN KAMI SENDIRI UNTUK MEMBUKA SELUBUNG KORUPSI, DAN MENGABARKANNYA KEPADA SEMUA. MULAI HARI INI JATENG UNDERCOVER MAKLUMATKAN PERANG KEPADA KORUPSI.